Cerita Rakyat Tiongkok Tentang Kesabaran : Wang Wenzheng

Dahulu kala di China, ada seorang hakim bernama Wang Wenzheng. Dia terkenal akan kesabaran, toleransi dan pemaaf. Tak pernah ada yang melihatnya marah-marah dengan orang lain atau menggerutu.
Suatu hari keluarganya ingin mengetes taraf kesabarannya. Mereka menghidangkan semangkuk nasi putih yang bersih dan semangkuk sop daging dengan kotoran diatasnya. Saat Wang Wenzheng melihat kotoran tersebut, dia tidak menyentuh sup itu. Dia dengan tenang hanya makan semangkuk nasi tanpa lauk sampai habis.

Saat tetangga Wang membangun rumahnya, ia menumpukkan bahan bangunan dan gunungan semen di depan pagar Wang, sehingga Wang tidak bisa masuk ke rumah melalui pagar depan. Wang harus masuk melalui pintu samping yang kecil dan pendek sehingga setiap kali masuk dia harus merunduk. Namun Wang tidak komplain kepada tetangganya atau menggerutu kepada siapapun juga. Terus hingga tetangga Wang selesai membangun rumahnya dan pintu depan sudah bisa digunakan kembali.

Toleransi dan sifat memaafkan yang ditunjukkan Wang adalah teladan bagi manusia sekarang yang umumnya tidak terima apabila dirugikan oleh orang lain.

Dikutip dari Milis Budaya Tionghua , diposting oleh Putu Budiastawa

7 responses to this post.

  1. Posted by dewi gorontalo on April 21, 2007 at 8:25 am

    kalo aku jadi seperti tuan wang
    seneg banget
    karena punya sifat toleransi dan nggk pernah mara2 ataupun bersekutu dengan orang lain

    Reply

  2. sekarang ini manusia nggk seperti itu lagi, malahan kalo mereka merasa di rugikan, mereka malah marah2 ataupun suka mengeluh, jadi kita harus bisa mencontohi sikap tuan wang, tapi aku rasa susah sekali kalo zaman sekarang ada manusia sifatnya seperti tuan wang

    Reply

  3. Posted by didikdarmadi on May 21, 2007 at 8:03 am

    yah harusnya manusia itu sekarang berlaku sikap seperti itu. mungkin memang kehidupan dibikin seperti itu. Selama kita masih sadar diri lebih baik itu kita lakukan untuk diri kita dahulu.

    Reply

  4. Posted by yusfannia al khansa on November 20, 2007 at 10:41 am

    Menurutku kesabaran bukan berarti kita diem aja melihat kezoliman yang dilakukan orang lain terhadap kita,karena itu berarti kita memberi kesempatan orang lain untuk berdosa dan melakukan kesalahan yang mungkin gak disadarinya…kesabaran menurutku lebih pada sikap terbaik kita ketika menghadapi keadaan yang gak kita inginkan, misal memilih kata2 yang baik dan gak menyinggung perasaan orang lain yang sudah mendzolimi kita baik sadar atau pun tidak dst

    Reply

  5. saya setuju dengan yusfannia, karena jika kita diem saja terhadap perbuatan2 yg tidak semestinya kita dapat.
    itu akan membuat orang2 tersebut semakin menjadi untuk menjahili kita. mungkin perlu diluruskan makna dari cerita di atas.

    Reply

  6. Posted by dede on November 5, 2008 at 5:20 am

    jahat sekali

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: