Jangan Asal Kritik, Dong !

images5.jpegMengkritik boleh saja, asal jangan lupa ’rambu-rambu’ berikut :

1. Jangan abaikan karakter

Bila ingin kritikan anda mencapai sasaran yang tepat, usahakan untuk tidak mengungkapkan kekurangan yang bersangkutan di dalam kritikan. Bila anda memulai membicarakan kekurangan dirinya, dia akan menginterpretasikan komentar anda sebagai sebuah serangan dan hal ini akan menggagalkan tujuan anda semula.

Mengkritik boleh saja, asal jangan lupa ’rambu-rambu’ berikut :

1. Jangan abaikan karakter

Bila ingin kritikan anda mencapai sasaran yang tepat, usahakan untuk tidak mengungkapkan kekurangan yang bersangkutan di dalam kritikan. Bila anda memulai membicarakan kekurangan dirinya, dia akan menginterpretasikan komentar anda sebagai sebuah serangan dan hal ini akan menggagalkan tujuan anda semula.

2. Bahasa tepat

Setiap kata yang anda ucapkan dapat memberikan arti yang berbeda. Gunakan terminologi yang berhubungan dengan masalah yang ingin anda sampaikan secara profesional. Jangan mencela!

3. Beri fakta

Kemujaraban dari kritik yang membangun adalah dengan menyampaikannya sesuai porsinya. Sebaliknya, hal-hal kecil yang tidak perlu disampaikan dapat menggagalkan usaha anda.

4. Kendalikan Emosi

Memberikan kritikan yang efektif menuntut anda untuk dapat menetralisir emosi agar tidak mengungkapkannya secara blak-blakan serta terdengar terasa menyakitkan. Untuk situasi tertentu, perhitungkan perasaan yang bersangkutan dan jangan sampai mempermalukannya.

5. Sekarang, bukan yang lalu

Untuk perbaikan, arahkan pada kesempatan yang spesifik dan hindari membeberkan kekurangannya. Jaga agar kritikan anda bersifat positif, bijaksana, dan berguna.

6. Empati

Salah satu yang paling manjur yang dapat dilakukan sebelum memberikan kritikan adalah dengan menempatkan diri pada posisi orang yang akan anda kritik. Tidak semua orang senang dikritik dan biasanya seseorang akan merasa diserang. Bila itu yang terjadi, wajar saja jika yang bersangkutan menjadi bersikap membela diri.

7. Bukan Subyektif

Semua jenis kritikan dapat mengandung berbagai prasangka atau interpretasi berbeda tetapi anda dapat mengatasinya dengan menyadari bahwa komentar yang benar dan disadari dengan alasan kuat, lebih dapat diterima.

8. Kesempatan merespon

Secara psikologis, sangat penting adanya jeda antara anda dan saat anda memberikan kritikan dan saat lawan bicara mengutarakan penjelasan dari sisinya. Sikap menawarkan penjelasan memberi kepuasan yang intelektual dan membantu ego dari orang tersebut tetap utuh pada saat mempertahankan dirinya dari rasa senang yang berlebihan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: